Rabu, 31 Mei 2017

Wiraswasta Modal Kecil Ini Bisa Ditiru Siapapun

Arthur Graham | Dari sebuah wangsit wiraswasta modal kecil yang berawal dari perjuangan iseng , ternyata malah menimbulkan satu ladang urusan ekonomi menguntungkan. Siapa akan sangka?

Ide perjuangan bisa muncul dari mana saja , tapi jangan remehkan wangsit yang sepertinya hanya biasa-biasa saja. Sebab bisa saja wangsit itu akan membawa keuntungan materi yang tak terduga. Seperti pola contoh wiraswasta rumahan yang dilakukan oleh Inu Kertapati. Sebelumnya beliau tak pernah membayangkan apa yang dilakukannya dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan besar.

Awal mulanya dimulai ketika Inu kebingungan untuk memakai kaos oblong apa yang pantas dipakai ketika beliau akan menonton konser grup musik kesukaannya , Metallica. Waktu itu beliau mengaku tak punya satu kaospun yang cocok buat menghadiri konser tersebut. Dalam kebingungan tersebut , lalu kemudian timbul wangsit kenapa tak “membuat kaos dengan model sendiri”? Karena beliau sangat suka menggambar dan melukis maka diputuskannya untuk mencoba membuat kaos dengan desain sendiri. 

Singkat kisah , setelah kaos hasil desainnya final , ternyata banyak teman-temannya yang suka dengan hasil rancangan/gambar dari kaos tersebut. Mereka sangat tertarik dan sangat ingin memiliki kaos menyerupai yang dikenakan Inu. Oleh alasan itulah , di tahun 2014 Inu mencoba memberanikan diri untuk memulai jenis perjuangan wiraswasta di bidang fashion itu dengan modal awal yang tak tanggung-tanggung , cuma 200 ribu rupiah saja! Modal awal itu dipakainya untuk membeli peralatan dan materi cat serta beberapa potong kaos oblong.

Lihat pula: Cara Wiraswasta Dengan Modal Kecil Agar Menguntungkan

Kaos Lukis Inu Kertapati

Dari perjuangan wiraswasta yang menjanjikan tersebut mulailah Inu membuat dan menjual hasil produknya. Lewat promosi MLM (mulut ke mulut) antar teman-temannya , merek Kaos Lukis hasil karyanya pun perlahan-lahan mulai dikenal orang. Selain itu , ketika ada bazaar di kampus-kampus di kotanya , beliau juga rajin menjualnya di sana karena memang pasar yang dituju ialah kalangan belum dewasa muda.

wiraswasta modal kecil Kaos Lukis Inu Kertapati

Dalam sehari , beliau bisa menghasilkan kaos lukis sekitar 10an biji , mengapa kok sedikit? Ya , karena ini ialah murni produk handmade (buatan tangan) yang tidak bisa dibuat secara massal dengan cepat. Perlu penanganan khusus karena model lukisan juga amat tergantung pada pesanan pelanggan. Menurutnya , setelah perjuangan kaos lukis ini berhasil sukses , maka beliau ingin menyebarkan ke jenis media lain. Dan media untuk dilukis yang paling cocok dalam perjuangan wiraswasta untuk pemula ini ialah sepatu , tas dan pouch.

Kustomade Indonesia

Kendala utama yang dihadapi Inu selama menjalankan perjuangan kecilnya ini ialah problem penyelesaian pesanan kaos lukis. Karena memang setiap kaos didesain unik , jadi tak sama antara satu pelanggan dengan lainnya. Oleh akibatnya , biasanya beliau akan menjanjikan kepada pelanggan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan pesanan mereka jikalau memang motif lukisannya agak rumit. 

Pesanan tidak bisa diselesaikan dengan cepat karena perjuangan rumahan ini ditekuninya di sela-sela waktu luangnya sebagai seorang guru. Makara biasanya , beliau menggarap pesanan pelanggan di pagi hari sebelum berangkat kerja dan nanti setelah pulang kerja akan dilanjutkan lagi. Di hari libur sebagai guru yaitu hari Sabtu dan Minggu ialah hari paling sibuk karena beliau bisa berkonsentrasi menyelesaikan pesanan.

Untuk harga jual produk kaos lukis yang sekarang berjulukan Kustomade Indonesia , Inu mematok harga 35 ribu saja untuk kaos lukis. Sedangkan untuk sepatu lukis , biasanya beliau menunjukkan harga berkisar antara 250 ribu hingga dengan 300 ribu per pasang. Sedangkan untuk hal barang baku , beliau merasa tak kesulitan mendapatkannya , karena bisa diperoleh dengan membeli secara grosir di toko perkulakan langganannya.

Lihat pula: Contoh Peluang Modal Kecil - Kisah Sukses Wirausahawan Muda

Prospek dan Persaingan

Jenis wiraswasta modal kecil menyerupai ini menurut Inu Kertapati memiliki tingkat relatif rendah karena beliau mengaku tak kuatir dengan adanya persaingan bisnis. Contoh pekerja wiraswasta menyerupai ini memang haruslah berpikiran menyerupai itu , karena setiap model pesanan dibuat secara unik sesuai pesanan. Makara sepertinya tak akan menemui persaingan yang berat. Di samping itu , model lukisan pun unik dan mengikuti perkembangan jaman sehingga tak mungkin akan kehabisan ide.

Biasanya Inu paling banyak mendapatkan pesanan kaos untuk belum dewasa , mahasiswa , sepasang kekasih yang ingin dibuatkan kaos couple. Dan jikalau dulu beliau memasarkan kreasinya secara MLM (mulut ke mulut) , maka ketika ini media umum menyerupai Facebook , Instagram dan sejenisnya. Dia mengaku bahwa dengan pemasaran lewat internet maka peluang usahanya akan semakin besar karena bisa dipesan dari banyak sekali penjuru , tak hanya Indonesia tapi bisa jadi ke manca negara.

Apa Anda tertarik dengan wiraswasta modal kecil menyerupai ini? Silahkan mencoba!

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon